Palu (26/02) — Ketua Umum (Ketum) Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, Fahmi Zulkarnain, menyatakan, JSIT tidak akan dukung program yang bisa memicu radikalisme dan intoleransi serta berpotensi memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-3 JSIT Indonesia Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), di Gedung Operasional Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Sabtu (26/02). “JSIT Indonesia akan terus bersinergi dengan pemerintah. JSIT akan terus memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia pendidikan sesuai amanat konstitusi,” tegasnya di hadapan peserta muswil dan pihak terkait lainnya. Karena Selanjutnya …

