Menuju Rakornas 2019 : Rakornas dan Ikatan Hati

Berkumpulnya kita bukan hanya sekedar temu kangen, lepas rindu dan reuni tanpa arti. Berkumpulnya kita adalah menguatkan ikatan hati dalam sinergi menapaki langkah-langkah strategis membentuk peradaban masa depan. Bersatunya kita adalah upaya menorehkan tinta emas sejarah pendidikan Islam di Nusantara. Bukan seragam yang membuat kita berpadu. Bukan pula logo yang membuat kita menyatu. Tapi keikhlasan hati dalam kerja dakwah pendidikan yang telah menjaga kebersamaan ini sejak kemarin, sekarang, dan selamanya. Iman dalam dada yang menyuburkan ikatannya. Ta’aruf, tafahum, dan ta’awunlah yang menjadi perekatnya. Saling percaya dan ketaatan lah yang menjadi Selanjutnya …

Serial Menuju Rakornas 2019 : Awas Hacker Mengancam JSIT

Hacker atau peretas adalah orang yang mempelajari,menganalisis, memodivikasi dan menerobos jaringan komputer milik orang lain. motivasinya macam – macam ada karena tantangan untuk ‘menjebol’ wilayah orang, ada yang sengaja untuk mencari keuntungan. Tapi apapun motivasinya tetap saja ngehack adalah tindak kejahatan. Karena dia telah dengan sengaja ‘mengendalikan’ jaringan milik orang lain tanpa persetujuan. Hacker/peretas emang pintar. Bisa membobol jaringan orang bahkan yang sistem pengamanannya sudah berlapis. Itulah kenapa banyak hacker yang ketangkap justru kemudian dijadikan mitra kerja. Tentu setelah melewati screning dan dengan perjanjian rertentu. Karena sejahat – jahatnya hacher Selanjutnya …

Pelangi (menuju Rakornas 2019)

                                              Semburat warna pelangi selalu menghadirkan keindahan bagi siapa pun yang memandangnya. Kehadirannya memberi kebahagiaan dan rasa syukur karena memiliki kesempatan melihatnya. Tua-muda apalagi anak-anak bersuka cita melihat keindahannya. Keindahan ciptaan Ilahi yang nampak hanya pada waktu tertentu saja. Kapan kita bisa melihat pelangi ? Berdasarkan ilmu fisika, kita mengetahui pelangi terjadi karena berkas sinar matahari yang sampai ke bumi diuraikan oleh butir-butir air hujan. Sinar matahari kita Selanjutnya …

Blue Arrow Strategy : MEREK JSIT

Ini pengalaman unik; menyakitkan , tapi juga menggelikan sekaligus membanggakan. Sebut saja ibu Siti, Pendidikan SMP. Tahun lalu menengok anaknya yang mukim di Amerika. Ternyata anaknya sangat sibuk, sehingga sering dia ditinggal sendirian di apartemen. Karuan saja dia menjadi jenuh. Jauh – jauh ingin bertemu dan bercengkrama dengan anaknya, malah lebih sering sendirian tanpa kawan. Anaknya tahu masalah ini, tapi kesibukan Amerika telah mendegradasi kehangatan jiwanya, sehingga solusi yang diambilpun sangat pragmatis fisikeley. ‘Kasih Job’…maka kesepian akan hilang bersama kesibukan. Maka dikasihlah job part time untuk ibundanya, tentu saja illegal. Selanjutnya …

Pemuda dan Penggerak Perubahan

Menurut data Bappenas pada Mei 2017, Indonesia diprediksi mengalami keadaan bonus demografi antara tahun 2030-2040. Dimasa ini, jumlah penduduk usia produktif mencapai 64% dari total jumlah penduduk yang ada. Hal tersebut akan menjadi keuntungan untuk Indonesia jika kualitas SDM dapat dipersiapkan dengan baik khususnya pada anak-anak muda generasi milenial saat ini. Namun, mendorong kualitas SDM dikalangan milenial bukanlah sesuatu yang mudah. Hal ini dikarenakan sifat dan perilaku yang ada pada milenial saat ini. Generasi ini cenderung tidak peduli dengan keadaan sosial sekitar seperti dunia politik dan perkembangan sosial ekonomi Indonesia. Selanjutnya …

SELAMAT, ANDA SUDAH ‘GILA’.

Sarapan bersama orang ‘gila’ ternyata sangat mengasyikkan. Gak tau kenapa… mungkin karena dulu saya pernah gila juga ya ? atau jangan -jangan saya belum sepenuhnya ‘normal’, entahlah… yang jelas ngobrol sama orgil terasa hidup jadi lebih hidup lagi. Kebetulan tadi malam saya ketemu shohib lama di Sate Klatak P Pong, tentu saja saya bahagia…tapi tidak istimewa, maksud saya, rasa bahagia yang normal, karena ketemu dengan shohib. Apalagi beliau, masih seperti yang dulu: hangat,ceria dan kaya joke. Pagi ini saya ingin menyempurnakan kebahagian dengan sarapan pagi di warung masakan jawa yang Selanjutnya …

Resolusi 2018 Guru Sekolah Islam Terpadu

Tahun 2018 itu sudah dimulai. Banyak menyebut sebagai tahun politik dengan 171 pilkada di daerah pada Juni 2018. DI tahun 2018 juga akan ada ajang ASIAN GAMES pada 18-8-2018 dimana Indonesia menjadi tuan rumah: Jakarta-Palembang. Tahun depan 2019 juga tahun politik dengan adanya pemilu dan pilpres serentak. Hiruk pikuk politik dan tuan rumah ASIAN GAMES jangan sampai mengorbankan tugas utama kita sebagai guru. Anda guru baru 1 tahun mengajar di SIT, atau sudah 5 tahun, atau bahkan diatas 10 tahun atau menjelang 20 tahun, tugas utama Anda sama menurut Undang-undang. Selanjutnya …

Masjid Biru, Arsitektur Islam yang Indah

Masih tentang hikmah perjalanan dari Turki. Saya berkunjung ke sana pada Ahad, 9 Oktober 2016 lalu. Berkunjung ke Turki, rugi rasanya kalau tak melihat keindahan dan keunikan Blue Mosque atau Masjid Biru. Disebut biru karena masjid ini berhiaskan keramik-keramik berwarna biru yang menutupi dinding dan kubahnya. Eiit, tapi jangan salah ya. Ini bukan Masjid Biru yang ada di dekat Ciawi Bogor. Di sana tampak juga masjid besar dan megah yang berwarna cat biru. Tentulah berbeda dengan Blue mosque ini. Sejenak memandang masjid ini sangat indah dan teduh. Bangunan ini berada Selanjutnya …

Lima Point Tak Terlupakan Dari Kunjungan ke Turki

Saya bersyukur pada Allah SWT atas kesempatan muhibah bersama kawan-kawan yang peduli terhadap Palestina. Saya diundang untuk ikut dalam pertemuan para aktivitas perjuangan untuk Palestina dan Al Quds serta konferensi aktivis profesi untuk Palestina. Selama 9 hari saya di Istambul. Antara 4-12 Oktober 2016 saya belajar, berekreasi, bersilaturahmi dengan kawan-kawan termasuk dengan sesama peserta dari Mesir, Aljazair, Yordania, tuan rumah Turki, Palestina, dan Malaysia. Saya pun berkenalan dengan beberapa mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Turki seperti Wildan, Hakam, Usamah, dan Tirmidji. Seperti apa saya belajarnya? The Power of mind, kekuatan Selanjutnya …

Mencintai Tanpa Henti

Di antara doa yang sering saya munajatkan adalah, “Ya Allah, wafatkan aku dalam kondisi mencintai jalan dakwah, dan jangan wafatkan aku dalam kondisi membenci jalan ini.” Saya tidak ingin menjadi seseorang yang mengurai kembali ikatan yang telah direkatkan, mengungkit segala yang telah diberikan, dengan perasaan menyesal dan meratapi segala yang pernah terjadi di jalan ini. Saya mendapatkan kemuliaan berada di jalan ini. Mendapatkan banyak saudara, mendapatkan banyak ilmu, memiliki banyak pengalaman, mengkristalkan banyak hikmah, menguatkan berbagai potensi diri, menajamkan mata hati dan mata jiwa. Luar biasa, sebuah jalan yang membawa Selanjutnya …